Layanan Keimigrasian Di Masa New Normal

  /  paspor  izin tinggal

Untuk mendukung keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian agar dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru yang tetap produktif dan mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), Direktur Jenderal Imigrasi mengeluarkan kebijakan dalam rangka penyesuaian layanan keimigrasian.

Dalam Surat Edaran No. IMI-GR.01.01-0946 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Keimigrasian Dalam Masa Tatanan Normal Baru, disebutkan beberapa ketentuan, antara lain:

  • Aplikasi Pendaftaran Paspor Online (APAPOv2) kembali dibuka mulai tanggal 15 Juni 2020, namun dibatasi dengan jumlah separuh (50%) dari kapasitas layanan di kondisi sebelumnya;
  • Akan dilakukan pemeriksaan suhu terhadap pemohon dan tamu yang datang. Jika didapati suhu tubuh lebih dari 37.5°C (tiga puluh tujuh koma lima derajat Celcius), akan ditolak masuk ke kantor imigrasi dan disarankan segera melapor ke Gugus Tugas Covid-19 di daerah setempat;
  • Pemohon dan tamu diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang tersedia selama minimal 20 (dua puluh) detik, dan/atau hand sanitizer, serta menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antar individu (physical/social distancing) minimal 1 (satu) meter;
  • Ketentuan sebelumnya, yang dituangkan dalam Surat Edaran No. IMI-GR.01.01-2114 Tahun 2020 tentang Pembatasan Layanan Keimigrasian Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Berita Terkait

SelanjutnyaSebelumnya