Penghentian Sementara BVK dan VoA serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

  /  visa  izin tinggal

Untuk mencegah peningkatan penyebaran virus Corona di Wilayah Indonesia perlu dihentikan sementara pemberian Bebas Visa Kunjungan (Visa Exemption) dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival). Selanjutnya dalam rangka memberikan kepastian hukum terhadap izin tinggal bagi Orang Asing yang terkena dampak lockdown akibat virus Corona di suatu negara, dapat dipertimbangkan pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada Orang Asing tersebut.

UPDATE-2020.04.02 PerMenKumHAM No. 8/2020 sudah dicabut dan diganti. Informasi selengkapnya dapat dilihat di tautan ini

Berdasarkan pertimbangan tersebut, telah ditetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 8 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa. Beberapa poin mengenai Visa dan Izin Tinggal dalam peraturan tersebut antara lain:

  • Pemberian Bebas Visa Kunjungan (Visa Exemption) dihentikan sementara bagi Orang Asing yang berasal dari negara / pemerintah wilayah administratif khusus suatu negara / entitas tertentu sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan;
  • Pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dihentikan sementara bagi Orang Asing yang berasal dari negara tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 39 Tahun 2015 tentang Perubahan Kesembilan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. M.HH-01.GR.01.06 Tahun 2010 tentang Visa Kunjungan Saat Kedatangan;
  • Visa dapat diberikan bagi Orang Asing tersebut di atas yang mengajukan permohonan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, jika memenuhi persyaratan:
    • surat keterangan sehat dalam bahasa inggris dari otoritas kesehatan di masing-masing negara;
    • telah berada 14 (empat belas) hari di wilayah/negara yang bebas virus corona;
    • pernyataan bersedia masuk karantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia.
  • Izin Tinggal Keadaan Terpaksa, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap, Izin Masuk Kembali, dan Tanda Masuk dapat diberikan bagi Orang Asing yang terkena dampak kebijakan Lockdown di suatu negara sehingga tidak dapat memenuhi prosedur keimigrasian. Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap, Izin Masuk Kembali, dan Tanda Masuk sebagaimana dimaksud diberlakukan secara mutatis mutandis terhadap Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa Dan Izin Tinggal Dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona.

Berita Terkait

SelanjutnyaSebelumnya