Perpanjangan Batas Waktu Kewajiban Orang Asing Pemegang ITKT Untuk Mendapatkan Izin Tinggal

Batas waktu kewajiban Orang Asing Pemegang Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) yang semula ditetapkan sampai dengan tanggal 20 Agustus 2020, diperpanjang hingga sampai dengan tanggal 20 September 2020.

Menyikapi perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, serta dinamika dan kendala yang muncul dalam pengajuan permohonan persetujuan Visa (Telex) maupun Izin Tinggal Keimigrasian, Direktur Jenderal Imigrasi melalui Surat Edaran No. IMI-GR.01.01-4049 menginstruksikan kepada seluruh jajaran imigrasi agar mensosialisasikan ketentuan berikut:

  • Batas waktu kewajiban bagi Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Keimigrasian berikut, yang semula ditetapkan sampai dengan tanggal 20 Agustus 2020, diperpanjang hingga sampai dengan tanggal 20 September 2020:
    • Pemegang Izin Tinggal Kunjungan yang berasal dari Visa Kunjungan Saat Kedatangan/VKSK (Visa On Arrival/VOA), Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan (Single Visit Visa), Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (Multiple Visit Visa), Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (ABTC), atau awak alat angkut (crew visit), yang telah memperoleh Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT), dapat memperpanjang Izin Tinggal Kunjungannya atau mengajukan Persetujuan Visa (Telex) dan melapor ke kantor imigrasi setempat sampai batas waktu ditentukan;
    • Pemegang Bebas Visa Kunjungan/BVK (Visa Exemption), Izin Tinggal Terbatas/ITAS, atau Izin Tinggal Tetap/ITAP, yang telah berakhir dan tidak dapat diperpanjang sesuai peraturan perundang-undangan, dan telah memperoleh Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT), wajib mengajukan Persetujuan Visa (Telex) dan melapor pada kantor imigrasi setempat sampai batas waktu ditentukan;
  • Mulai tanggal 24 Agustus 2020, pembayaran biaya PNBP Persetujuan Visa (Telex) dan biaya PNBP Visa akan dilakukan bersamaan pada saat proses permohonan Persetujuan Visa (Telex);
    • Telex Visa Kunjungan yang terbit melalui mekanisme tersebut juga berlaku sebagai Izin Tinggal Kunjungan, dan Orang Asing tidak perlu melapor ke kantor imigrasi;
    • Telex Visa Tinggal Terbatas yang terbit melalui mekanisme tersebut dapat diberikan Izin Tinggal Terbatas setelah Orang Asing melapor ke kantor imigrasi setempat dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari setelah Telex diterbitkan;
    • Telex Visa yang terbit sebelum tanggal 24 Agustus 2020 diberikan Izin Tinggal sesuai Telexnya setelah Orang Asing melapor ke kantor imigrasi setempat dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah Telex diterbitkan. Biaya PNBP Visa dibayarkan setelah mendapat resi bayar SIMPONI dari kantor imigrasi;
    • Orang Asing yang telah memiliki Telex Visa dan sedang berada di Wilayah Indonesia, tidak perlu meninggalkan Wilayah Indonesia, dan tidak perlu mengajukan visa ke perwakilan Indonesia di luar negeri;
    • Tanggal berlaku Izin Tinggal diberikan sesuai tanggal penerbitan Telex Visa dan jenis Telex Visa yang dimiliki.
  • Orang Asing yang tidak memenuhi ketentuan di atas, akan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian.

Berita Terkait

SelanjutnyaSebelumnya