Pasal 165

  1. Izin Tinggal yang telah diberikan kepada Orang Asing dapat dialihstatuskan.
  2. Izin Tinggal yang dapat dialihstatuskan meliputi:
    1. Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas;
    2. Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap;
  3. Alih Status Izin Tinggal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Menteri.

Pasal 166

  1. Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas diajukan oleh Penjamin kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing.
  2. Permohonan Alih Status sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan sejak Orang Asing berada di Wilayah Indonesia.

Pasal 167 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap diajukan oleh Penjamin kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing.

Pasal 168

  1. Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap juga dapat diberikan kepada:
    1. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia yang usia perkawinannya telah mencapai paling singkat 2 (dua) tahun;
    2. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia;
    3. anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia.
  2. Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh ayah dan/atau ibu dari anak berkewarganegaraan asing, atau suami atau isteri yang Warga Negara Indonesia kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan.

Pasal 3

  1. Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas dapat diberikan kepada Orang Asing yang memenuhi syarat:
    1. pemegang Izin Tinggal Kunjungan; dan
    2. anak yang baru lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Kunjungan berdasarkan Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan atau Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan yang dikeluarkan berdasarkan persetujuan Direktur Jenderal.
  2. Pemegang Izin Tinggal Kunjungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan pemegang Izin Tinggal Kunjungan yang berasal dari Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan atau Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan yang dikeluarkan berdasarkan persetujuan Direktur Jenderal
  3. Terhadap Orang Asing pemegang Izin Tinggal Kunjungan berikut tidak dapat diberikan Alih Status Izin Tinggal:
    1. yang didasarkan pada Visa Kunjungan Saat Kedatangan atau Bebas Visa Kunjungan; atau
    2. awak Alat Angkut, .

Pasal 4 Orang Asing pemegang Izin Tinggal Kunjungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a meliputi Orang Asing:

  1. yang menanamkan modal;
  2. yang bekerja sebagai tenaga ahli;
  3. yang melaksanakan tugas sebagai rohaniawan;
  4. yang mengikuti pendidikan dan pelatihan;
  5. yang mengadakan penelitian ilmiah;
  6. yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia;
  7. yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap;
  8. yang menggabungkan diri dengan orang tua bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan orang tua Warga Negara Indonesia;
  9. yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;
  10. berdasarkan alasan kemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan/atau kemanusiaan setelah mendapatkan pertimbangan Menteri;
  11. dalam rangka memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  12. wisatawan lanjut usia mancanegara;
  13. eks Warga Negara Indonesia yang bermaksud tinggal terbatas di Wilayah Indonesia;
  14. anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin, berasal dari Orang Asing yang telah kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia dan bermaksud menggabungkan diri dengan orang tuanya; dan
  15. eks subyek Anak Berkewarganegaraan Ganda Republik Indonesia.

Pasal 24 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi anak yang baru lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Kunjungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b diajukan bersamaan dengan permohonan Alih Status Izin Tinggal ayah dan/atau ibunya.

Pasal 36

  1. Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap dapat diberikan kepada Orang Asing yang memenuhi syarat:
    1. pemegang Izin Tinggal Terbatas;
    2. anak yang baru lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Terbatas.
  2. Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas berikut tidak dapat dialihstatuskan menjadi Izin Tinggal Tetap:
    1. untuk kegiatan di bidang perairan;
    2. untuk jangka waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari; dan/atau
    3. saat kedatangan untuk jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari.

Pasal 37 Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 meliputi Orang Asing:

  1. rohaniawan;
    • Yang dimaksud dengan "rohaniawan" adalah pemuka agama yang diakui di Indonesia.
  2. pekerja;
    • Yang dimaksud dengan "pekerja" adalah Orang Asing dengan jabatan pimpinan tertinggi perusahaan dan/atau kepala perwakilan perusahaan asing yang beroperasi di Wilayah Indonesia.
  3. investor;
    • Yang dimaksud dengan "investor" adalah Orang Asing penanam modal dan/atau Orang Asing pemegang saham dalam suatu perusahaan di Indonesia.
  4. wisatawan lanjut usia mancanegara;
    • Yang dimaksud dengan "lanjut usia" adalah Orang Asing yang berusia paling rendah 55 (lima puluh lima) tahun.
  5. suami atau istri yang menggabungkan diri dengan istri atau suami pemegang Izin Tinggal Tetap;
  6. anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Tetap;
  7. eks Warga Negara Indonesia;
  8. yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia;
  9. yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia;
  10. eks Anak Berkewarganegaraan Ganda;
  11. anak berkewarganegaraan asing yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin sah dengan Warga Negara Indonesia.

Pasal 53

  1. Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a sampai dengan huruf d diberikan dengan ketentuan Orang Asing yang bersangkutan telah berada di Wilayah Indonesia paling singkat 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak tanggal diberikannya Izin Tinggal Terbatas.
  2. Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf e diberikan dengan ketentuan perkawinannya telah mencapai usia paling singkat 2 (dua) tahun.
  3. Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf f sampai dengan huruf k dapat dilaksanakan sejak Orang Asing yang bersangkutan diberikan Izin Tinggal Terbatas.

Pasal 54 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi anak yang lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas diajukan bersamaan dengan permohonan Alih Status orang tuanya.

Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas

Pasal 6 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas harus melampirkan dokumen:

  1. surat keterangan domisili;
  2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku yang memuat:
    1. Visa dan Tanda Masuk kecuali bagi anak pemegang Izin Tinggal Kunjungan yang diberikan karena lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Kunjungan; atau
    2. Izin Tinggal Kunjungan.
  3. surat jaminan dari Penjamin;
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga Penjamin atau Penanggung jawab;
  5. kartu Izin Tinggal Terbatas atau kartu Izin Tinggal Tetap, dalam hal Penjamin atau Penanggung jawab berkebangsaan asing; dan
  6. surat kuasa bermeterai cukup dalam hal pengurusan melalui kuasa.

Pasal 7 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang menanamkan modal dan berkedudukan sebagai pengurus perusahaan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat rekomendasi dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan dibidang penanaman modal; atau
  2. izin mempekerjakan tenaga kerja asing yang berlaku dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang ketenagakerjaan.

Pasal 8 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang menanamkan modal, tetapi tidak berkedudukan sebagai pengurus perusahaan, juga harus melampirkan dokumen surat rekomendasi dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal

Pasal 9 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang bekerja sebagai tenaga ahli, juga harus melampirkan dokumen izin mempekerjakan tenaga kerja asing yang berlaku dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

Pasal 10 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang bekerja sebagai tenaga ahli dan bekerja pada instansi pemerintah, juga harus melampirkan dokumen:

  1. rekomendasi dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesekretariatan negara; dan/atau
  2. rekomendasi dari kementerian atau lembaga pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Pasal 11 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang melaksanakan tugas sebagai rohaniawan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. izin mempekerjakan tenaga kerja asing yang berlaku dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang ketenagakerjaan; dan
  2. rekomendasi dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang keagamaan.

Pasal 12 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang mengikuti pendidikan dan pelatihan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. rekomendasi dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesekretariatan negara, jika Orang Asing menerima beasiswa dari Pemerintah Republik Indonesia; dan
  2. rekomendasi dari kementerian atau lembaga pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan dan pelatihan.

Pasal 13 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang mengadakan penelitian ilmiah, juga harus melampirkan dokumen berupa rekomendasi dari kementerian atau lembaga pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang penelitian atau lembaga pemerintah terkait sesuai dengan bidang kegiatannya.

Pasal 14 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta perkawinan atau buku nikah yang telah disahkan oleh Perwakilan Republik Indonesia atau Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bagi perkawinan yang dilangsungkan di luar negeri;
  2. kutipan akta perkawinan atau buku nikah yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, dalam hal perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu, suami atau istri yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasal 15 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta perkawinan atau buku nikah yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  2. kartu Izin Tinggal Terbatas atau kartu Izin Tinggal Tetap suami atau istri yang sah dan masih berlaku.

Pasal 16 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing anak berkewarganegaraan asing yang menggabungkan diri dengan orang tua yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan orang tua Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, jika perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasal 17 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  3. kartu Izin Tinggal Terbatas atau kartu Izin Tinggal Tetap ayah dan/atau ibunya yang sah dan masih berlaku.

Pasal 18 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang berdasarkan alasan kemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan/atau kemanusiaan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat keterangan dari instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang diakui oleh pemerintah, atau kantor perwakilan yang menjelaskan alasan Orang Asing yang bersangkutan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat serta surat persetujuan Menteri; dan
  2. surat keterangan dari Penjamin atau Penanggungjawab yang menjelaskan bahwa keberadaan Orang Asing bersangkutan berdasarkan alasan kemanusiaan serta surat persetujuan Direktur Jenderal.

Pasal 19 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing eks Warga Negara Indonesia dalam rangka memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. keterangan dari Kepala Perwakilan Republik Indonesia tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia; dan
  2. keterangan yang dikeluarkan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia atau oleh lembaga yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah eks Warga Negara Indonesia berupa:
    1. kutipan akta kelahiran;
    2. Kartu Tanda Penduduk;
    3. Paspor;
    4. buku nikah/kutipan akta perkawinan; atau
    5. ijazah.

Pasal 20 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing wisatawan lanjut usia mancanegara, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat penjaminan dan surat biro perjalanan wisata dari biro perjalanan wisata yang mempunyai izin operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. bukti mengenai tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Indonesia dari lembaga dana pensiun atau bank di negara asalnya ataupun di Wilayah Indonesia;
  3. bukti polis asuransi kesehatan atau asuransi kematian;
  4. bukti tinggal di sarana akomodasi yang tersedia selama di Indonesia baik yang diperoleh dengan cara sewa, sewa beli, atau pembelian; dan
  5. bukti telah mempekerjakan tenaga informal Warga Negara Indonesia sebagai pramuwisma, supir, penjaga keamanan, atau tukang kebun.

Pasal 21 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing eks Warga Negara Indonesia yang bermaksud tinggal terbatas di Wilayah Indonesia, juga harus melampirkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah Republik Indonesia atau oleh lembaga yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah eks Warga Negara Indonesia berupa:

  1. kutipan akta kelahiran;
  2. Kartu Tanda Penduduk;
  3. Paspor;
  4. buku nikah/kutipan akta perkawinan; atau
  5. ijazah.

Pasal 22 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia dan bermaksud menggabungkan diri dengan orang tuanya Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah kecuali bahasa inggris;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, dalam hal perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasal 23 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing eks subyek Anak Berkewarganegaraan Ganda Republik Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  3. bukti fasilitas Keimigrasian atau pengembalian Dokumen Keimigrasian.

Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap

Pasal 39 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap harus melampirkan dokumen:

  1. surat keterangan tempat tinggal yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
  2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku yang memuat teraan Izin Tinggal Terbatas;
  3. kartu Izin Tinggal Terbatas;
  4. surat penjaminan dari Penjamin;
  5. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga Penjamin atau Penanggung Jawab;
  6. kartu Izin Tinggal Terbatas atau kartu Izin Tinggal Tetap dalam hal Penjamin atau Penanggung Jawab berkewarganegaraan asing;
  7. Pernyataan Integrasi kecuali bagi anak yang belum berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin; dan
  8. surat kuasa bermeterai cukup, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa.

Pasal 40 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang melaksanakan tugas rohaniawan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di Wilayah Indonesia;
  2. izin mempekerjakan tenaga kerja asing dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan; dan
  3. rekomendasi dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keagamaan.

Pasal 41 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagai pekerja, juga harus melampirkan dokumen:

  1. izin mempekerjakan tenaga kerja asing dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan;
  2. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di wilayah Indonesia; dan
  3. jabatan yang bersangkutan sebagai pimpinan tertinggi perusahaan atau kepala perwakilan perusahaan asing yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Pasal 42 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagai investor dan berkedudukan sebagai pengurus perusahaan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat rekomendasi dari instansi pemerintah yang membidangi penanaman modal yang memuat keikutsertaan penanaman modal paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau yang setaranya dengan mata uang US dollar;
  2. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di Wilayah Indonesia; dan
  3. izin mempekerjakan tenaga kerja asing yang berlaku dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan di bidang ketenagakerjaan.

Pasal 43 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagai investor, tetapi tidak berkedudukan sebagai pengurus perusahaan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat rekomendasi dari instansi pemerintah yang membidangi penanaman modal yang memuat keikutsertaan penanaman modal paling sedikit Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) atau yang setaranya dengan mata uang US dollar; dan
  2. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di wilayah Indonesia.

Pasal 44 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagai wisatawan lanjut usia mancanegara, juga harus melampirkan dokumen:

  1. surat penjaminan dan surat biro perjalanan wisata dari biro perjalanan wisata yang mempunyai izin operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. bukti mengenai tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Indonesia dari lembaga dana pensiun atau bank di negara asalnya ataupun di Wilayah Indonesia;
  3. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di Wilayah Indonesia;
  4. identitas diri yang menunjukkan yang bersangkutan telah berusia paling rendah 55 (lima puluh lima) tahun;
  5. bukti polis asuransi kesehatan atau asuransi kematian;
  6. bukti tinggal pada sarana akomodasi yang tersedia selama di Indonesia baik yang diperoleh dengan cara sewa, sewa beli, atau pembelian; dan
  7. bukti telah memperkerjakan tenaga informal Warga Negara Indonesia sebagai pramuwisma, supir, penjaga keamanan, atau tukang kebun.

Pasal 45 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Tetap, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta perkawinan atau buku nikah yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  2. kartu Izin Tinggal Tetap suami atau istri yang sah dan masih berlaku.

Pasal 46 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang merupakan anak berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Tetap, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  3. kartu Izin Tinggal Tetap ayah dan/atau ibunya yang sah dan masih berlaku.

Pasal 47 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang merupakan eks Warga Negara Indonesia, dan dalam rangka memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, juga harus melampirkan dokumen:

  1. bukti keterangan dari Kepala Perwakilan Republik Indonesia tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia; dan
  2. bukti berupa dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah Republik Indonesia atau oleh lembaga yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah eks Warga Negara Indonesia berupa:
    1. kutipan akta kelahiran;
    2. Kartu Tanda Penduduk;
    3. Paspor;
    4. buku nikah/kutipan akta perkawinan; atau
    5. ijazah.

Pasal 48 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang merupakan eks Warga Negara Indonesia, tetapi tidak dalam rangka memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, juga harus melampirkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah Republik Indonesia atau oleh lembaga yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah eks Warga Negara Indonesia berupa:

  1. kutipan akta kelahiran;
  2. Kartu Tanda Penduduk;
  3. Paspor;
  4. buku nikah/kutipan akta perkawinan; atau
  5. ijazah.

Pasal 49 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta perkawinan atau buku nikah yang telah disahkan oleh perwakilan Republik Indonesia atau Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bagi perkawinan yang telah dilangsungkan di luar negeri;
  2. kutipan akta perkawinan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris dengan usia perkawinan paling singkat 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal perkawinan dilangsungkan secara sah di dalam atau luar negeri;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, jika perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu, suami atau istri yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasal 50 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang merupakan anak berkewarganegaraan asing yang menggabungkan diri dengan orang tua yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan orang tua Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, jika perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasal 51 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing yang merupakan eks subyek Anak Berkewarganegaraan Ganda, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris; dan
  3. bukti fasilitas Keimigrasian atau pengembalian Dokumen Keimigrasian.

Pasal 52 Permohonan Alih Status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia yang akan menggabungkan diri dengan ayah atau ibu Warga Negara Indonesia, juga harus melampirkan dokumen:

  1. kutipan akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali bahasa Inggris;
  2. kutipan akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah kecuali, bahasa Inggris;
  3. surat bukti lapor perkawinan dari Kantor Pencatatan Sipil, dalam hal perkawinan dilangsungkan di luar negeri; dan
  4. Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga ayah atau ibu yang berkewarganegaraan Indonesia.

update: