Setiap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia wajib memiliki Izin Tinggal, yang diberikan kepada Orang Asing tersebut sesuai dengan Visa yang dimilikinya. Izin Tinggal adalah izin yang diberikan kepada Orang Asing oleh Pejabat Imigrasi atau Pejabat Dinas Luar Negeri baik secara manual maupun elektronik untuk berada di Wilayah Indonesia.

Izin Tinggal Terbatas diberikan kepada:

  • Orang Asing yang masuk Wilayah Indonesia dengan Visa Tinggal Terbatas atau yang diberikan Alih Status dari Izin Tinggal Kunjungan, dalam rangka:
    • penanaman modal / investor;
    • bekerja sebagai tenaga ahli / TKA;
    • melakukan tugas sebagai rohaniwan;
    • mengikuti pendidikan dan pelatihan;
    • mengadakan penelitian ilmiah;
    • menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas;
    • menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;
    • menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia;
    • eks Warga Negara Indonesia;
    • rumah kedua (misal wisatawan lanjut usia mancanegara).
  • anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas;
  • nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia;
  • anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia.

Permohonan Izin Tinggal Terbatas diajukan oleh Orang Asing atau penjaminnya kepada Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing, dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan:

  • Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
  • Izin Tinggal Terbatas yang lama, untuk perpanjangan Izin Tinggal Terbatas;
  • Surat Penjaminan dari Penjamin;
  • Surat Kuasa bermeterai cukup dalam hal pengurusan melalui kuasa.

Persyaratan tambahan:

  • penanam modal:
    • bukti setor jaminan keimigrasian;
    • surat rekomendasi dari instansi yang membidangi penanaman modal.
  • tenaga ahli / TKA:
    • surat rekomendasi dari instansi dan / atau lembaga pemerintahan terkait.
  • Orang Asing yang mengikuti pendidikan dan pelatihan:
    • surat rekomendasi dari instansi dan / atau lembaga pemerintahan terkait.
  • Orang Asing yang mengadakan penelitian ilmiah:
    • surat rekomendasi dari instansi dan / atau lembaga pemerintahan terkait.
  • rohaniwan:
    • surat rekomendasi dari instansi dan / atau lembaga pemerintahan terkait.
  • Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia:
    • akta perkawinan atau buku nikah yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, jika perkawinan dilangsungkan di luar negeri;
    • fotokopi Kartu Tanda Penduduk suami atau istri Warga Negara Indonesia yang masih berlaku;
    • fotokopi Kartu Keluarga suami atau istri yang Warga Negara Indonesia.
  • Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap:
    • akta perkawinan atau buku nikah yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • fotokopi Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap suami atau istri yang masih berlaku.
  • anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia, yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin:
    • akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • akta perkawinan atau buku nikah orang tua yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • fotokopi Kartu Tanda Penduduk ayah atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku;
    • fotokopi Kartu Keluarga ayah atau ibu yang Warga Negara Indonesia.
  • anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap:
    • akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • akta perkawinan atau buku nikah orang tua yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan / atau ibunya yang sah dan masih berlaku;
    • fotokopi Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap ayah dan / atau ibunya yang masih berlaku.
  • anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan / atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap:
    • akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan / atau ibunya yang sah dan masih berlaku;
    • fotokopi Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap ayah dan / atau ibunya yang masih berlaku.
  • anak berkewarganegaraan asing yang menggabungkan diri dengan orang tua, yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan orang tua Warga Negara Indonesia:
    • akta kelahiran yang bersangkutan yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • akta perkawinan orang tua yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, kecuali Bahasa Inggris;
    • fotokopi Kartu Tanda Penduduk ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku;
    • fotokopi Kartu Keluarga ayah dan/atau ibu yang Warga Negara Indonesia.
  • eks Warga Negara Indonesia:
    • Bukti yang menunjukkan pernah menjadi Warga Negara Indonesia.
  • Orang Asing dalam rangka rumah kedua:
    • jika tidak memiliki Penjamin, surat penjaminan dari Penjamin dapat diganti dengan bukti setor jaminan Keimigrasian.

update:

Perubahan Persyaratan Permohonan ITAS dan ITAP

Alih Status ITAS ke ITAP bagi TKA Penyatuan Keluarga

Pemberian / Baru

Tanda Masuk, berupa cap yang diterakan pada Dokumen Perjalanan Orang Asing oleh Pejabat Imigrasi sebagai tanda bahwa yang bersangkutan masuk Wilayah Indonesia, bagi Orang Asing pemegang Visa Tinggal Terbatas berlaku sebagai Izin Tinggal Terbatas yang bersifat sementara untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) hari. Permohonan Izin Tinggal Terbatas harus diajukan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak Tanda Masuk diberikan, atau akan dikenakan biaya beban. Keharusan pengajuan permohonan tersebut dikecualikan terhadap Orang Asing yang telah mendapat Izin Tinggal Terbatas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Tanda Masuk bagi Orang Asing pemegang Visa Tinggal Terbatas dalam rangka bekerja dapat berlaku sebagai Izin Tinggal Terbatas sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam Visa.

Permohonan Pemberian Izin Tinggal Terbatas diajukan kepada Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing, melalui mekanisme:

  1. pemeriksaan kelengkapan persyaratan;
  2. entry data, pemindaian berkas dan cetak tanda permohonan;
  3. pembayaran biaya Imigrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
  5. wawancara, identifikasi dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari; (paling lama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima)
  6. penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas yang sekaligus memuat Izin Masuk Kembali pada Paspor Kebangsaan;
  7. penandatanganan oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
  8. pemindaian dokumen selesai;
  9. penyerahan dokumen. (paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah wawancara dan pembayaran biaya Imigrasi)

Perpanjangan

Permohonan Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas diajukan paling cepat 3 (tiga) bulan dan paling lambat pada hari kerja sebelum jangka waktu Izin Tinggal Terbatas berakhir, kepada Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing, melalui mekanisme:

  • Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas yang tidak membutuhkan persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Direktur Jenderal:
    1. Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk:
      1. pemeriksaan kelengkapan persyaratan;
      2. entry data, pemindaian berkas dan cetak tanda permohonan;
      3. pembayaran biaya Imigrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
      4. pengawasan Keimigrasian lapangan, jika diperlukan sesuai dengan pertimbangan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
      5. persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
      6. wawancara, identifikasi dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari; (paling lama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima)
      7. penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas, peneraan Cap Izin Tinggal Terbatas yang sekaligus memuat Izin Masuk Kembali pada Paspor Kebangsaan;
      8. penandatanganan oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
      9. pemindaian dokumen selesai;
      10. penyerahan dokumen. (paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah wawancara dan pembayaran biaya Imigrasi, atau diperpanjang paling lama 4 (empat) hari kerja jika diperlukan pengawasan Keimigrasian lapangan)
  • Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas yang membutuhkan persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Direktur Jenderal Imigrasi:
    1. Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk:
      1. pemeriksaan kelengkapan persyaratan;
      2. entry data, pemindaian berkas dan cetak tanda permohonan;
      3. pembayaran biaya Imigrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
      4. pengawasan Keimigrasian lapangan, jika diperlukan sesuai dengan pertimbangan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
      5. penandatanganan surat permohonan persetujuan;
      6. pemindaian dan pengiriman surat permohonan secara manual dan / atau Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.
    2. Persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Direktur Jenderal Imigrasi:
      • Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas yang tidak membutuhkan persetujuan Direktur Jenderal Imigrasi:
        1. Kepala Kantor Wilayah melalui Kepala Divisi Keimigrasian:
          1. pemeriksaan kelengkapan, pengkajian, dan penelaahan persyaratan;
          2. pembuatan dan penandatanganan surat Kepala Kantor Wilayah melalui Kepala Divisi Keimigrasian atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk mengenai persetujuan atau penolakan perpanjangan Izin Tinggal;
          3. pemindaian dokumen selesai;
          4. pengiriman surat ke Kantor Imigrasi secara manual dan / atau Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian. (paling lama 3 (tiga) hari kerja, atau 4 (empat) hari kerja jika diperlukan pengawasan Keimigrasian lapangan)
      • Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas yang membutuhkan persetujuan Direktur Jenderal Imigrasi:
        1. Kepala Kantor Wilayah melalui Kepala Divisi Keimigrasian:
          1. pemeriksaan kelengkapan dan pengkajian persyaratan;
          2. pembuatan dan penandatanganan surat permohonan kepada Direktur Jenderal;
          3. pemindaian dokumen selesai;
          4. pengiriman surat permohonan persetujuan kepada Direktur Jenderal secara manual dan / atau melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian; (paling lama 3 (tiga) hari kerja)
        2. Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk:
          1. pemeriksaan kelengkapan, pengkajian, dan penelaahan persyaratan;
          2. pembuatan dan penandatanganan urat Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk mengenai persetujuan atau penolakan perpanjangan Izin Tinggal Terbatas;
          3. pemindaian dokumen selesai;
          4. pengiriman surat ke Kantor Imigrasi secara manual dan / atau Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian. (paling lama 5 (tiga) hari kerja)
    3. Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk menindaklanjuti persetujuan perpanjangan Izin Tinggal Terbatas dari Kepala Kantor Wilayah atau Direktur Jenderal Imigrasi melalui mekanisme:
      1. wawancara, identifikasi dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari; (paling lama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak persetujuan perpanjangan)
      2. penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas, peneraan Cap Izin Tinggal Terbatas yang sekaligus memuat Izin Masuk Kembali pada Paspor Kebangsaan;
      3. penandatanganan oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
      4. pemindaian dokumen selesai;
      5. penyerahan dokumen. (paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah wawancara dan pembayaran biaya Imigrasi)

Jangka waktu Izin Tinggal Terbatas diberikan sesuai dengan yang tercantum dalam Visa Tinggal Terbatas atau Keputusan Direktur Jenderal mengenai Alih Status Izin Tinggal;

Jangka waktu Izin Tinggal Terbatas tidak boleh melampaui masa berlaku Paspor Kebangsaan Orang Asing;

Izin Tinggal Terbatas diberikan untuk waktu paling lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang dengan ketentuan keseluruhan Izin Tinggal tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.

Izin Tinggal Terbatas dapat diberikan kepada Orang Asing untuk melakukan pekerjaan, dalam waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari dan dapat diperpanjang dengan ketentuan keseluruhan Izin Tinggal di Wilayah Indonesia tidak lebih dari 180 (seratus delapan puluh) hari.

Izin Tinggal Terbatas bagi pemegang Visa Tinggal Terbatas saat kedatangan diberikan untuk waktu paling lama 180 (seratus delapan puluh) hari dan tidak dapat diperpanjang.

Izin Tinggal Terbatas dapat diperpanjang masing-masing paling lama 2 (dua) tahun bagi:

  • Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia;
  • anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia;
  • repatriasi;
  • eks Warga Negara Indonesia;
  • Orang Asing dalam rangka rumah kedua.

Izin Tinggal Terbatas dapat diperpanjang masing-masing paling lama 1 (satu) tahun, atau sesuai dengan rekomendasi dari instansi/lembaga terkait, bagi:

  • tenaga ahli / TKA, penanam modal / investor, rohaniwan, dan pelajar/mahasiswa yang mengikuti pendidikan.
Jenis PNBPTarif
Izin Tinggal Terbatas Saat KedatanganRp. 750.000,-
Izin Tinggal Terbatas Masa Berlaku Paling Lama 6 (enam) bulanRp. 1.000.000,-
Izin Tinggal Terbatas Masa Berlaku Paling Lama 1 (satu) tahunRp. 1.500.000,-
Izin Tinggal Terbatas Masa Berlaku Paling Lama 2 (dua) tahunRp. 2.000.000,-
Izin Tinggal Terbatas Khusus Masa Berlaku Paling Lama 5 (lima) tahun Khusus pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Rp. 5.000.000,-
Persetujuan Izin Tinggal Terbatas untuk Pekerja di Perairan IndonesiaRp. 1.000.000,-
Teraan Izin Tinggal Terbatas untuk Pekerja di Perairan IndonesiaRp. 300.000,-
Izin Masuk Kembali Masa Berlaku Paling Lama 6 (enam) bulanRp. 600.000,-
Izin Masuk Kembali Masa Berlaku Paling Lama 1 (satu) tahunRp. 1.000.000,-
Izin Masuk Kembali Masa Berlaku Paling Lama 2 (dua) tahunRp. 1.750.000,-
Izin Masuk Kembali Masa Berlaku 5 (Lima) Tahun Khusus pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Rp. 3.250.000,-